Dengan mengikuti bagian-bagian sebelumnya kita bisa mengenal sebagian besar elemen-elemen pemformatan dokumen HTML. Namun dokumen yang dihasilkan masih belum bisa disebut dokumen HTML atau halaman web karena ada unsur penting yang kita lewatkan selama ini yaitu hyperlink atau biasa disingkat link saja.
Link adalah sepotong teks - atau grafik - yang menunjuk ke suatu informasi lain. Informasi ini dapat berupa halaman web, grafik, suara, film, program, file data, dan lain sebagainya; dan dapat berada di server manapun selama server tersebut terhubung ke Internet. Kumpulan link-link inilah yang membangun World Wide Web.
Sebelum lebih jauh membicarakan tentang link, ada baiknya kita lebih dahulu mengenal URL (Uniform Resource Locator). Setiap informasi di dalam Internet memiliki alamat pengenal yang unik dan khas, alamat inilah yang disebut URL. Pada prinsipnya, kita bisa menemukan informasi apapun di dalam Internet jika kita mengetahui URL-nya. Sintaksis umum dari sebuah URL adalah sebagai berikut:
protocol://hostname[:port]/[path/[filename[#anchor]]]
|
Protocol adalah aturan dan standar pertukaran informasi yang ditentukan oleh jenis server atau host yang memuat informasi yang dimaksud. Beberapa protocol yang umum adalah:
Hostname adalah nama server yang memuat informasi yang dimaksud, yang biasa disebut juga nama domain. Setiap server dalam Internet memiliki nama domain yang unik dan khas,dan berkomunikasi melalui port default masing-masing yang berbeda satu sama lain tergantung protocolnya. Tapi kadang-kadang sebuah server dipasang pada port yang bukan standar, sehingga dalam URL harus dituliskan port mana yang dimaksud dengan menuliskan nomor port di belakang tanda titik dua (colon) setelah nama domain. Path adalah lokasi informasi dalam server, filename adalah nama file informasi yang dimaksud, sedangkan anchor adalah lokasi spesifik dalam dokumen yang dituju.
Sebuah URL dapat dianggap terdiri dari dua bagian utama. Bagian pertama adalah bagian protocol, hostname dan port; sedangkan bagian kedua adalah bagian path dan filename. Salah satu dari kedua bagian ini dapat tidak disertakan dalam penulisan alamat URL, tapi tentu saja tidak boleh keduanya.
Jika bagian pertama tidak disertakan, yang terbentuk adalah relative URL. Sebuah URL dikatakan relative jika lokasi informasi yang ditunjuk berada dalam satu domain dengan halaman yang memuat URL tersebut. Jika informasi berada di domain yang lain, harus digunakan absolute URL yang memuat bagian protocol dan hostname dengan lengkap.
Bagian kedua boleh tidak disertakan jika server web telah menyediakan halaman default yang akan ditampilkan secara otomatis jika nama file tidak dituliskan dalam URL. Biasanya halaman tersebut bernama index.htm atau default.htm. Demikian juga jika sebuah path dituliskan tanpa nama file, server web akan mencari halaman default untuk path tersebut dan menampilkannya di jendela browser.
Untuk mengubah sebuah teks dalam dokumen menjadi link, cukup dengan meletakkan teks tersebut di antara pasangan tag <A> dan </A>. Dalam browser, link biasanya akan ditampilkan dengan garis bawah dan warna yang lebih terang dari teks lainnya. Halaman atau informasi yang ditunjuk oleh link tersebut ditulis sebagai parameter dari atribut HREF. Elemen A juga bisa digunakan untuk membuat anchor dengan memberikan atribut NAME. Nama yang diberikan akan menjadi alamat anchor yang unik. Sebuah atribut lagi - yaitu TARGET - digunakan untuk membuka link dalam jendela atau frame lain. Contoh berikut ini akan memperjelas uraian diatas:
<HTML> |
Bagian berikutnya, yang mungkin sudah anda tunggu-tunggu adalah tentang Grafik dan Warna.